Postingan

Antara Memilih dan Dipilih Harus Saling Mendukung

Gambar
             Pemilihan Umum ( Pemilu ) sudah semakin dekat , pemilu tinggal beberapa hari lagi untuk memilih para pemimpin harapan bangsa Indonesia. Kalau di kategorikan ada dua macam pemilih secara umum di masyarakat. Pertama, adalah pemilih yang sudah tau bakal calon pemimpin yang bakal dia coblos di pemilu   .Kedua, adalah pemilih   yang tidak tau menahu tentang calon pemimpinnya. Nah , sekarang kita bahas adalah kategori kedua, yang tidak tau menahu tentang calon pemimpinnya yang akan dia coblos di pemilu.             Menurut survei yang dilakukan CSIS 81% pemilih tidak tahu wakil rakyat yang bakal dipilihnya. Survei CSIS ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.180 responden di 33 provinsi. Survei berlangsung dari tanggal 13-20 November 2013 dengan margin of error 2,85. Apalagi para pemilih muda yang notabenenya sebagai pemilih awal. Dik...

RINDU BULAN

Gambar
Ketika mata terbenam penuh asa Ketika semua harapn sudah terbendung Rasa takut menjelma menjadi-jadi Seakan pikiranku melayang jauh tanpa henti Di saat semua angin dalam raga ini menjadi Satu Muncullah setitik cahaya harapan Tak ku sangka, tak ku duga Dia bagai bulan yang akan menyinari kami Harapan pun mulai kembali ke dalam raga Ricik air seakan tak berhenti menetes Kau lah bulan itu Kau lah alasan ombak itu terus menggempur samudra Kau lah yang akan memantulkan cahaya Dari teriakan-teriakan angin yang menggelora Sempat rasanya diri ini terbawa pusaran anginmu Berputar-putar di dalamnya Sekarang , entah kenapa bulan itu mulai bersembunyi Bersembunyi dari teriakan angin yang menggebu Bahkan enggan memantulkan cahayanya lagi di hadapanku Sungguh , aku rindu bulan .

Catatan Kecil : Potret Sekarang Organisasiku

Tidak terasa sudah 17 tahun LPM ini berdiri, sudah 17 tahun Jurnal Kampus menengakkan namanya di kampus fakultas ekonomi unlam. Yang dulunya diberi nama ‘korek (kajian orang ekonomi ‘Meskipun dengan berbagai proses yang panjang Jurnal Kampus mengalami pasang surut , vakum, masalah pendanaan, dll organisasi ini tetap berdiri dengan tegak menyatu dengan elemen dikampus. Sempat mendengar beberapa kisah dari berbagai macam alumni tentang bagaimana pasang surut jurnal kampus dalam menjalankan kehidupannya. Alhamdullilah sekarang jurnal kampus masih bertahan walaupun dengan berbagai permasalahan-permasalahan yang ada. Jurnal Kampus sekarang LPM-Jurnal Kampus sekarang seakan kehilangan jati diri, paradigma dan eksistensi dirinya sebagai ‘pers mahasiswa ‘ apalagi sebagai media alternatif , yang tugasnya menyampaikan aspirasi mahasiswa dan mencerdaskan mahasiswa. Yang intinya sebagai ‘ media kampus’ .   Jurnal kampus sekarang seakan terjebak pada paradigma atau pandangan – pandang...

@Pikiranku

Beberapa minggu ini sering ku habiskan waktu sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak bias ku jawab sendiri. Ya.. beberapa minggu ini pikiranku tertuju pada suatu hal yang sebenarnya bukan merupakan suatu prioritas untuk ku pikirkan. Aku sibuk menjelajah masalah dan cara penyelesaiannya. Sering ku habiskan malam untuk memikirkan ini saja , dan sesekali berteriak di dalam hatiku dengan ditemani secangkir kopi dan sedikit diskusi dengan sohibku yang setia dan mau diajak berfikir oleh ini.  Dari malam ke malam hari ke hari , pemikiran ini sama sekali tidak mempunyai jalan keluar, dan walaupun ada tapi tidak bias diterapkan dengan baik. “Organisasi Malang” kataku dalam hati. Sejak awal aku sudah mengira beginilah jalannya, entah kenapa pada waktu itu aku mendukung dan mempercayakan posisi ini dengannya, dan berkata “aku akan mendukungmu”. Kenapa aku mempercayai keraguan terbesarku, seolah-olah aku terhipnotis oleh keadaan dan pada saat itu aku menyerah begitu saja. Pikirku...

PROSES YANG AKAN MENJAWAB SEMUANYA

Setitik harapan akan segera   datang menunggu suara kehidupan. Tentu saja aku berharap kali ini akan lebih baik. Ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.   Embun di kaca itu perlahan menghilang , harapan yang terbawa sampai ke mimpi itu hampir sirna ditelan keraguan. Aduh, gumamku dalam hati , keraguan ini lagi yang menghampiri.   Keraguan ini tak pernah mendatangkan harapan apapun. Setahun sudah ku menhadapi mu , menghadapi sepi yang dalam akibat menghadapi mu, menghadapi keraguan .  Kapan Keraguan ini kan hilang. Hanya tekat yang kuat . Setitik harapan ini kan menjadi beberapa titik yang terkumpul menjadi satu , satu kekuatan yang akan menuntun kalian menuju jalan, jalan yang sudah ditentukan. Sesekali aku melihat awan dan bertanya , apakah aku bisa menjadi setitik harapan ini?. Proses dan pembuktian yang akan menjawabnya, gumamku. Sekarang paling tidak aku sudah tahu, cara menghadapi keraguan itu, semoga semuanya bisa berjuang menghadapi keraguan i...